May 16, 2005

cuman bisa komentar

actually,secara teknis saya gak bakal mengomentari tentang robot polines yang kalah di balairung kemaren, selain bukan daerah saya, saya pikir masih banyak orang yang bakalan lebih pas dan kompeten buat komentari robot polines dari sisi teknis.
saya hanya tertarik dengan postingan pak sidik di milis menyikapi kekalahan 2 robot Polines.
ok saya coba quote disini, pak sidik sendiri memberi judul “belajar dari the miracle” :

Sekedar memberi tahu saya dapat SMS dari Pak Amin hari Ahad siang bahwa tim kita keduanya gagal masuk ke babak selanjutnya. dari babak penyisihan kita hanya menang sekali dan kalah 2 kali. tentang kendala dan kelemahan kita tunggu aja laporan dari Mr. Amin and Pak Bambang cs.

Tetapi ada baiknya kita ambil ibroh/hikmah dari Kisah Nyata film The Miracle berikut ini :

” Hampir selama 20 tahun team hoki es Amerika selalu kalah melawan Rusia, Juara dunia selalu disabet Rusia dari tahun ke tahun selama 20 tahun.
Alkisah hal inilah yang menjadikan kegusaran team hoki Amerika untuk merebut kembali supremasi juara dunia dari tangan Rusia. Dipilihlah seorang pelatih yang handal dari salah satu Universitas yang kemudian menyeleksi pemain2 menjadi 26 pemain. Uniknya dalam proses seleksi ada ‘big bos’ yang ingin ikut serta dalam penentuan pemain tetapi ditolak oleh pelatih tsb dengan argumentasi dan prinsip yang tegas dengan mengatakan
“SAYA TIDAK MENCARI PEMAIN BERBAKAT TAPI SAYA MENCARI PEMAIN YANG BENAR!”.
Dalam kaca mata big bos pemain A merupakan pemain yang berbakat dan punya skill yang tinggi tapi dimata pelatih dia bukanlah pemain yang benar mungkin sering egois, kurang disiplin, tidak taat pelatih dll. Yang lebih unik lagi dalam setiap latihan seorang demi seorang ditanya tentang namanya dan untuk siapa dia bermain, dengan bangga dia mengatakan nama dan bermain untuk tim Universitas mereka padahal dia sudah bergabung di tim hoki Nasional Amerika. Mereka digembleng dengan latihan keras dan disipilin yang tinggi dan selalu memutar film tentang team Rusia untuk mengenal lebih dalam siapa lawannya. Sampai pada saat uji tanding di Eropa Timur mereka tidak mendapatkan hasil yang memuaskan bahkan disela-sela lomba ada diantara anggota team yang asyik melihat cewek2 cantik untuk diajak kencan setelah pertandingan, serta tidak fokus ke pertandingan. Hal ini dilihat dengan jeli oleh sang pelatih sehingga mempengaruhi kerja team secara keseluruhan. Akhirnya semua pemain dihukum untuk tetap di lapangan setelah pertandingan selesai dan diberi latihan berat selama berjam-jam sampai kaki2 mereka terasa sakit dan tubuh mereka menjadi kusut dan tak mungkin lagi terpikir dengan agenda kencan setelah pertandingan. Uniknya hukuman ini berhenti setelah salah seorang berteriak mengucapkan namanya dan ditanya untuk siapa dia bermain dijawab : “Saya Bermain untuk UNITED STATE OF AMERIKA!”.
Sungguh aneh mereka baru tersadar setelah berbulan2 latihan baru menyadari perlunya kesatuan team untuk berjuang bersama. Hal inilah yang kemudian menjadi titik balik kemampuan team hoki ini dengan semangat baja, latihan keras, kesatuan team, dan menyerap informasi sebanyak-banyaknya tentang keunggulan dan kelemahan lawan menjadikan mereka mampu mengalahkan raksasa team hoki es RUSIA yang mustahil untuk dikalahkan. ”

Kira-kira apa rahasianya team hoki Amerika bisa mengalahkan Rusia?

dan hubungkan dengan team Robot kita he he he …. Kayak guru aja ngasih kerjaan …
Ada Komentar …............
Ayo Maju Terus team ROBOT Polines MAsih ada peluang tahun depan.

bijak dan cukup menyentuh, :D
kalo boleh komentar (bukan hanya untuk lomba robot), saya pikir gak ada yang perlu disesalkan buat 2 kekalahan tersebut, kekalahan akan kita rasakan sebagai suatu kekalahan ketika kita melihat semuanya dari sudut pandang kompetisi, sudut pandang perlombaan dan sejenisnya.
lain ceritanya kalo kita melihatnya dari sudut pandang “proses belajar” (weks istilah dari mana lagi ini :P )
apapun hasilnya, kalo kita lihat dari sudut pandang “proses belajar”, yang akan terlihat adalah sebuah titik ‘dimana kita sekarang’ , atau dapat juga diartikan sebagai sebuah cara untuk mencari tau isi dari apa yang kita miliki, dan dari sinilah kita akan tau harus kemana dan bagaimana kita.

wah tiba-tiba ngerasa jadi pak raden nih, gak tau apa-apa kok komentar (upss..)

2 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://ripai.blogsome.com/2005/05/16/cuman-bisa-komentar/trackback/

  1. no coments ,ak cuma ingin

    Comment by rohman — May 18, 2005 @ 5:13 am

  2. no coment

    <em> <i> <strike> <strong></strong></strike></i></em>

    Comment by rohman — May 18, 2005 @ 5:15 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>