simtar.sucigoin.com
Sepertiya bakalan jadi kasus yang lumayan gede disemarang.
imbasnya mungkin bakalan berefek negatif pada penerapan IT disini.
mas-mas tim IT SIMTAR, inget anda adalah bagian dari sejarah.
so, hati-hati deh, lagian yang anda hadapi sekarang merupakan isu yang lumayan sensitif, berkaitan dengan masa depan anak-anak kota ini.
cerita singkatnya sendiri kurang lebih seperti ini: beberapa hari ini (pertama adalah pada tanggal 4 Juli kemaren) beberapa orang (biasanya orang tua dan anaknya) meminta tolong di warnet tempatku bekerja untuk mengakses alamat ini. ada 2 url sebenarnya, yang satu tidak bisa di akses, saya sendiri lupa alamat pastinya.
pada saat pertama kali (ibu-ibu dan putrinya) saya merasa cukup salut dan kagum, wah semarang sudah mulai menerapkan IT neh, keren.
beberapa kali memasukkan tetap saja tidak bisa dan hanya muncul pesan, user dan password tidak dikenali.
kemudian saya meminta ibu tersebut mencari barangkali ada keterangan lain selain form kecil yang di bawa ibu tersebut. ada, yaitu sms konfirmasi dari DIKNAS (CMIIW) tentang data penerimaan ini, yah..informasinya hanya keterangan validasi kalo ibu tersebut sudah bisa akses katanya.
pada akhirnya ibu tersebut pun terlihat sudah menyerah, dan memutuskan akan mencari info lebih lanjutnya lagi besok.
beberapa waktu kemudian datang lagi orang-orang dengan maksud yang sama (biasanya mereka tidak mau membuka sendiri alias minta di bukakan alamat url tersebut)
den tetap sama, semakin banyak orang, tapi tidak ada satupun yang bisa masuk dengan data yang didapat tersebut. ( disini mulai mencium ketidak beresan)
saya sendiri jadi tertarik dan mencoba ikut-ikutan mendaftarkan diri seperti layaknya pendftar masuk sekolah lain.
pada link registrasi baru (belakangan link ini sudah dihilangkan), saya mencoba mengisikan nama pendaftar, baru di isian pertama saj nama pendaftar hanya mentok ke 11 karakter, wah..wah.. saya urung melanjutkan dan langsung berkesimpulan kalo ini memang kesalahan dari sistem SIMTAR nya, yang cukup mengharukan adalah ketika malam tanggal 7 (kabarnya deadlinenya adalah tanggal 7 jam 10) tepatnya sampai jam 1 malam masih ada bapak-bapak yang ingin kembali memasukan data ini , “saya takut anak saya gak bisa sekolah mas” tutur bapak tersebut.
akhirnya saya sarankan menelepon suatu nomor (milik pak heru) yang terpampang di halaman
..to be continued
ulasan lanjutannya ntar ajah, keburu mau kuliah, belum nggarap laporan, hik

